------------------------------

Beragam Jenis Kelinci Hias

jenis kelinci hias
Kelinci merupakan hewan peliharaan yang tak hanya populer di Indonesia tetapi juga cukup diminati di seluruh dunia. Hewan mamalia ini memang memiliki karakter yang menyenangkan baik itu tampilan fisik maupun temperamentalnya yang jinak pada manusia jika diperlakukan dengan benar. Secara umum, kelinci dipelihara karena dua hal yakni untuk diambil daging maupun bulunya dan sebagai hewan peliharaan rumah. Berbeda tujuan juga berbeda jenis kelinci yang dipelihara. Untuk tujuan pedaging misalnya, peternak tentu akan jauh lebih untung jika memelihara kelinci yang menghasilkan bobot lebih. Sementara itu, para hobis, cenderung memilih kelinci yang tampilannya menarik tanpa memperhatikan berapa bobot kelinci tersebut. Biasanya kelinci yang dipelihara para hobis ini adalah jenis kelinci hias. Ada beragam varian kelinci hias ini. Semuanya mengandalkan tampilan yang menarik mata.
Kelinci Anggora Hingga Kelinci Lop

Jenis kelinci hias yang populer dipelihata terutama di Indonesia, yang pertama adalah kelinci anggora. Berdasarkan namanya, Anda pasti sudah bisa menebak asal dan tampilan bulu kelinci yang satu ini. Ia berasal dari Kota Ankara Turki. Sama seperti hewan yang menyandang nama�anggora�, kelinci yang satu ini juga dipenuhi bulu lembut dan lebat yang menjadikan tampilannya semakin menarik. Adapun jenis kelinci yang satu ini antara lain English Angora Rabbit, French Angora Rabbit, Satin Angora Rabbit dan Giant Angora Rabbit.
Read more �

Penyakit Pada Kelinci

Kelinci merupakan binatang yang rentan terhadap berbagai penyakit. Daya tahan tubuhnya cenderung lemah. Oleh sebab itu, angka kematian kelinci yang disebabkan oleh berbagai penyakit mencapai angka 20% sampai 60 %. Mencermati hal ini, akan jauh lebih baik jika peternak maupun pemelihara melakukan langkah pencegahan ketimbang pengobatan. Adapun penyakit yang kerap menjangkiti dan menyerang kelinci antara lain radang mata, tungau telinga, jamur kulit, bisul, flu, abses, kembung, kudis, sembelit dan masih banyak lagi lainnya. Berbagai penyakit pada kelinci ini bisa ditimbulkan oleh beberapa faktor bisa internal maupun eksternal. Secara rinci, faktor-faktor pemicu penyakit tersebut bisa Anda cermati dalam uraian singkat pada paragraf berikut ini.

Entertitis Kompleks Hingga Cocidiosis

Penyakit pada kelinci yang paling lazim ditemukan di lapangan dan paling banyak menyebabkan kematian adalah entertitis kompleks. Penyakit ini terkait erat dengan organ pencernaan kelinci. Entertritis sendiri berkaitan erat dengan istilah kembung, bloat dan mencret. Penyakit jenis ini paling sering menyerang anak kelinci yang masih dalam masa menyusui pada induknya. Menyoal faktor, entertitis sendiri biasanya disebabkan oleh udara yang tak bersahabat sebab terlalu lembab juga basah. Hal lainnya adalah kandang kelinci yang tidak memenuhi standar sehingga kelinci sering terkena angin dan lain-lain. Sementara itu, jika kelinci terkena penyakit kembung, boleh jadi disebabkan oleh parasit yang menyerang organ usus. Gejala kembung ini antara lain kelinci memiliki badan yang kurus, cenderung lesu, telinga yang tampak pucat, nafsu makan berkurang drastis, mata yang sayu, bulu kusam serta kotoran yang kelewat encer dan menyengat. Untuk mengatasi entertitis, kembung dan mencret, berikan paramenthyl atau intertim oral/intertim LA dengan dosis yang dianjurkan dokter hewan.
Read more �

Ciri-Ciri Hewan Kelinci


ciri-ciri kelinci
Kelinci digolongkan ke dalam kelompok binatang mamalia. Ia masuk ke dalam kerabat Leporidae dan kadang diidentikkan dengan arnab. Binatang cantik dengan bulu ini sangat populer dijadikan hewan peliharaan rumah pun ternak. Selain diambil bulunya, daging kelinci juga ternyata nikmat dan istimewanya rendah lemak kayak protein. Di Indonesia, daging kelinci memang belum populer. Tapi di luar negeri, daging kelinci telah menjadi bagian dari Industri kuliner yang cukup besar terutama di Eropa. Meski populer, banyak dari kita yang tak bisa membedakan kelinci dan binatang lain misalnya pika. Dan tak jarang pula orang yang beranggapan tikus satu kerabat dengan kelinci. Hal tersebut sepenuhnya salah. Meski ciri-ciri kelinci hampir sama dengan pika juga tikus, tapi kelinci berasal dari kerabat yang berbeda.
Read more �
------------------------------